Menu Lebaran Istimewa

3 Jul 2015

Dalam hitungan minggu, umat muslim akan segera merayakan Hari Raya Idul Fitri. Biasanya menjelang Lebaran, menu yang paling identik dengan suasana hari kemenangan ini adalah ketupat dan opor ayam. Meskipun saya tidak merayakan Idul Fitri, tapi saya selalu kecipratan rezeki dari tetangga yang membuat ketupat spesial Idul Fitri. Rasanya gurih, nikmat, dan setiap gigitannya memberi rasa istimewa ketika dicerna oleh lidah saya. Pokoknya benar-benar menu Lebaran yang istimewa.

Selama ini, saya melihat Lebaran adalah hari kemenangan bagi umat muslim di seluruh dunia. Setelah sebulan penuh melawan hawa nafsu, kini tiba saatnya bagi umat muslim untuk merayakan kemenangan atas dirinya sendiri. Ibarat ujian yang selama ini dihadapi siswa di kelas, kini tiba saatnya untuk pembagian rapor dan wisuda untuk melihat hasil yang terbaik yang diperoleh dari usaha dan kerja keras kita selama ini.

Saya sempat berpikir bahwa Lebaran hanya monopoli kaum berpunya saja yang merayakan Hari Idul Fitri dengan menu yang melimpah di restoran ternama. Tapi saat Lebaran tahun lalu, saya dalam perjalanan pulang ke rumah melewati gang sempit yang dipenuhi pemukiman penuh. Saat itu juga saya melihat bahwa Lebaran juga milik mereka. Meskipun piring mereka hanya berisi nasi putih dan lauk sekadarnya, mereka tetap bersyukur dengan nikmat yang diberikan Allah. Dengan tawa dan canda yang lepas, mereka bersalam-salaman dan menghabiskan menu yang ada dengan lahap. Tanpa ketupat dan opor ayam yang bagi mereka merupakan kemewahan tersendiri.

Lebaran atau Idul Fitri bukan berbicara tentang semua jenis barang yang baru. Baju baru, sepatu baru, tas baru, aksesoris baru, dan berbagai macam hal lainnya yang baru. Justru saat hari kemenangan itulah, ada satu hal yang mestinya baru dan tidak dapat dibeli dengan uang, yakni pribadi diri kita masing-masing. Saat kita bisa bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah, saat kita bisa menghormati nasihat orang tua dengan baik, dan saat kita tak lagi mudah emosi dengan hal yang tak sesuai keinginan dan harapan, justru saat itulah Lebaran yang sesungguhnya kita rasakan.

Mungkin kalau boleh mengatakan menu Lebaran paling istimewa bagi umat muslim bukanlah ketupat, opor ayam, sambal goreng, dan aneka kuliner yang menggoyang lidah lainnya. Justru suasana keakraban, kekeluargaan, dan kasih sayang yang tulus saat menyambut Lebaran itulah yang membuat setiap menu Lebaran yang tersaji di depan kita menjadi istimewa, terlepas dari mahal atau tidaknya menu tersebut. Menu Lebaran itu bisa jadi sederhana, tapi saat kita bisa merayakan Idul Fitri dengan orang tua dan kerabat yang kita kasihi secara bersama-sama, bisa jadi itu adalah menu Lebaran terbaik yang dibumbui cinta yang tak ternilai harganya.

Banyak orang yang bisa membeli berbagai menu khas Idul Fitri dengan harga yang mahal, tapi mereka kesepian karena keluarga mereka sibuk mencari uang tanpa sempat merayakan hari kemenangan bersama. Apakah menu tersebut menjadi istimewa dan spesial? Tapi di setiap pinggiran gang, dengan lauk pauk ala kadarnya, setiap anggota keluarga bisa berkumpul dan merayakan Idul Fitri dengan penuh ucapan syukur. Tentu menu itu pun terasa lebih nikmat dan istimewa, bukan?

Semoga saat Lebaran tahun ini tiba, kita menyadari bahwa apapun menu yang menjadi makanan Lebaran kita bukanlah hal utama yang harus kita persoalkan. Lebih dari itu, kita melihat siapa yang bersama kita dalam merayakan hari kemenangan ini dan menikmati menu Lebaran favorit bersama-sama. Kebahagiaan kita jauh lebih bernilai dibandingkan perut yang kenyang, tapi juga hati yang terisi penuh oleh cinta. Selamat mempersiapkan hati dan jalan yang lapang menuju Hari Idul Fitri!


TAGS ngaBLOGburit2015


-

Author

Merekam fenomena kehidupan lewat kata dan cerita

Follow Me


Categories

Archive