Puasa Sehat, Pahala Berlipat

1 Jul 2015

Sehat seringkali dipandang sebelah mata oleh sebagian besar orang. Setiap hari, kita getol mencari rupiah dari pagi hingga malam. Kerja, kerja, dan kerja. Itulah semboyan masyarakat modern yang identik dengan gadget di tangan dan semua yang serba praktis. Akibat fokus pada kerja, olahraga pun menjadi aktivitas sampingan yang tidak diperhatikan. Belum lagi pola makan yang serba instan, mulai dari mie instan sampai fast food yang ada di mal. Alhasil bibit-bibit penyakit diakumulasi dan menjadi menumpuk dalam tubuh kita.

Saat kita sakit, barulah kita sadar bahwa sehat itu mahal harganya. Biaya dokter, obat, dan perawatan yang tinggi, serta badan yang lemas menjadi beban yang harus kita tanggung. Belum lagi produktivitas saat kita sakit menjadi menurun. Akibatnya, begitu banyak kerugian materiil dan non materiil yang kita alami saat sakit. Tidak bisa makan enak, tidak bisa jalan-jalan, dan tidak bisa melakukan sebagaimana biasanya. Hidup menjadi terasa begitu berat dengan aktivitas yang terbatas.

Saat memasuki bulan Ramadan, kita diberi berkah untuk memahami arti kesehatan. Kita diajak untuk menahan diri dari berbagai godaan, entah itu lapar, haus, hawa nafsu, marah, dan berbagai godaan lainnya. Puasa mengajarkan kita untuk sehat dalam arti yang luas. Jika selama ini, sehat dipandang hanya dari apa yang kita makan. Bulan Ramadan memberi kita makna baru bahwa sehat itu dari apa yang kita lihat, dengar, ucapkan, dan tanamkan dalam diri. Yuk kita pelajari kesehatan yang ada di bulan penuh berkah ini.

 

Sehat Fisik

Selama berpuasa, kita mendapat kesempatan berharga untuk melakukan diet dengan sepenuh hati. Jika selama ini, kita suka ngemil dan makan makanan yang gurih, lezat, tapi miskin gizi. Maka puasa memberi kita pola makan seimbang yang jika dimaknai secara benar dapat memberikan kesehatan jasmani yang optimal. Upayakan untuk tidak makan secara berlebihan saat sahur dan berbuka agar mekanisme tubuh kita tidak cenderung mengarah pada rasa kantuk, tapi berada pada kondisi yang stabil.

 

Sehat Mental

Bulan Ramadan juga memberikan kita kesehatan secara mental. Kita dilatih untuk menahan amarah, belajar bersabar, hingga say no to gosip. Jika selama ini kita cenderung memaki pengendara motor yang menyalip kendaraan kita dengan ucapan dari penghuni kebun binatang, kita dibiasakan untuk belajar melatih kesabaran. Jika selama ini kita biasa membicarakan keburukan orang lain di belakang, kita juga dibiasakan untuk menahan diri dari bisikan setan. Kita pun menjadi orang yang lebih baik lewat latihan mental yang dibiasakan pada Bulan Ramadan ini.

 

Sehat Pikiran

Selama berpuasa, kita diajak untuk terus mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Kitab suci, ayat-ayat Quran, dan ibadah yang didengungkan di mesjid menjadi santapan rohani bagi umat muslim. Tentu pikiran yang semula dihinggapi dengan berbagai permasalahan hidup yang kompleks digantikan dengan ayat suci yang meneduhkan dan memberikan ketentraman. Kita tak lagi mengeluh ini dan itu, tapi bisa bersyukur atas berkah dari Sang Pencipta yang bisa kita nikmati hingga saat ini.

 

Dengan adanya 3 jenis kesehatan ini, puasa akan memberi kita pahala yang berlipat. Kita bisa memetik banyak pelajaran baru untuk lebih bersabar, berpikir positif, dan memelihara tubuh yang sehat secara berkesinambungan. Puasa tidak lagi dipandang sebagai ibadah yang berat karena harus menahan lapar dan haus selama jam kritis pada saat kerja, melainkan sebuah kesempatan berharga yang menuntun kita untuk menemukan jati diri kita yang baru. Selamat berpuasa dengan penuh ucapan syukur!


TAGS ngaBLOGburit2015


-

Author

Merekam fenomena kehidupan lewat kata dan cerita

Follow Me


Categories

Archive