Cinta Tanpa Komitmen
Seandainya di dunia ini cinta ditakdirkan ke dunia tanpa komitmen. Cinta dilakukan secara spontan, tanpa tanggung jawab, tanpa pertimbangan, dan tanpa memikirkan masa depan. Apa yang akan terjadi?
Masih ingatkah kau tentang rayuan gombal yang ia berikan padamu setiap saat. “Neng, bapak kamu petani ya?” tanyamu mesra. “Kok tahu?” balasku penasaran. “Karena kamu telah menabur benih-benih cinta di hatiku.” katamu membuat denyut nadiku kembang-kempis. Mukamu memerah dan hatimu bersorak gembira karena kini ada arjuna yang siap membuat hari-harimu penuh warna dengan gombalan cerianya.
Tatkala kalian merasa hubungan yang sudah terjalin semakin erat. Ia pun akhirnya memutuskan untuk “menembakmu” dengan romantis. “Neng, maukah kau jadi pacarku?” tanyanya dengan mesra. Tak ada alasan lain bagimu untuk mengatakan TIDAK mengingat semua perbuatan dan kepiawaian doi dalam mengambil hatimu. Akhirnya, kalian pun resmi berpacaran. Kau berharap hubungan ini kelak akan memberikan kegembiraan dan keceriaan dalam menjalani hari-harimu ke depannya.
Andaikan cinta itu tidak didasari dengan komitmen, ia akan berubah menjadi monster yang menakutkan untuk siapapun yang menerimanya. Pacarmu mengajakmu untuk melakukan perbuatan terlarang itu sebelum waktunya. Ingat, kalian belum pernah membuat komitmen dan akhirnya “kecelakaan” itu pun terjadi. Singkat kata, kau pun dinyatakan hamil oleh dokter. Sementara kau harus sadar bahwa statusmu saat itu hanyalah seorang mahasiswi. Apa yang akan kau lakukan? Sementara arjunamu itu pergi menghilang karena tidak ingin bertanggung jawab dan menyuruhmu untuk melakukan aborsi.
Kau pun putus asa, kecewa, sedih, murka, bahkan muak dengan pacarmu itu. Akhirnya, kau memutuskan untuk menghilang dari keramaian dunia. Bahkan ekstrimnya kau memilih untuk bunuh diri karena merasa tak sanggup untuk menghadapi beban kehidupan dengan “nyawa” yang ada dalam kandunganmu. Dunia mencemooh kebodohanmu yang mau menjalani cinta atas dasar suka sama suka. Kau tak pernah sadar bahwa cinta meracunimu dengan getah mematikan pikatannya hingga kau berani melepas harta paling berharga dalam hidupmu.
Andai cinta itu tanpa komitmen, ia akan lepas bagaikan kuda yang lari dari kandangnya. Arjunamu bebas melirik dan mencari calon penggantimu. Ya kau hanyalah selingan atau selipan dalam buku diarinya. Tak lebih dari itu. Ia bebas menelepon dan mengirim SMS cinta pada gadis lainnya karena kalian tak pernah membuat kontrak cinta bernama komitmen. Asalkan kau tak tahu perbuatan buruknya, ia tetap tenang dan melakukan aksinya. Kau hanya bisa memendam kekecewaan dalam hatimu yang kelak menjadi luka yang semakin dalam dan tidak terobati.
Kau akan sadar bahwa cinta tanpa komitmen sama halnya dengan drama picisan. Kau bisa berganti peran sesuka hatimu dan melakukan apapun pada pacar tanpa merasa bertanggung jawab sekalipun. Hubunganmu dengan pacar bisa jadi hanya status, bukanlah wujud dari cinta sejati yang berusaha kau jalin. Cinta tanpa komitmen sama halnya dengan cinta yang mati. Cinta yang kelak akan menjadi bumerang bagi siapapun yang menjalaninya. Cinta yang kelak akan berujung pada kehancuran.
Cinta sejati itu membutuhkan komitmen karena komitmen adalah kontrak cinta kita pada pasangan. Kita sadar dengan komitmen bahwa pacar kita sudah menjadi pasangan kita, demikian pula sebaliknya. Komitmen memberi kehidupan atau nyawa dalam hubungan cinta itu sendiri. Cinta yang memberi dengan tulus dan bertanggung jawab. Itulah cinta berkomitmen. Sudahkah kalian membuat komitmen dengan pasangan kalian?

