Blog, I’m Coming Back!
“Guru A nyebelin banget. Masa aku disuruh push-up gara-gara gak bikin PR!”
Rasanya kita tidak asing lagi menemukan kalimat di atas dalam situs-situs jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, dan lain sebagainya. Dewasa ini, banyak masyarakat modern aktif mengupdate status ataupun twit dalam akun jejaring sosial mereka. Mereka seolah tidak dapat dilepaskan dengan kehadiran Facebook dan Twitter dalam kehidupan mereka sehari-hari. Lewat HP, laptop, iPad, iPhone, dan berbagai media lainnya, rasanya hidup akan terasa lebih hidup jika bersinggungan dengan Facebook dan Twitter. Meskipun hanya dibatasi dalam jumlah karakter yang terbatas, mereka senang karena mereka bisa menunjukkan eksistensi mereka di dunia maya.
Tentu tren yang berkembang akhir-akhir ini membuat kegiatan blogging mulai ditinggalkan oleh peminatnya. Salah satu rekan blogger saya mengatakan, “Kok lambat laun saya mulai bosan posting di blog ya? Saya jadi lebih suka aktif di Facebook karena memiliki banyak teman dan status terbaru saya bisa segera dikomentari.” Pengakuan rekan saya ini juga seringkali saya alami dan mungkin teman-teman blogger juga hadapi. Saat Facebook dan Twitter sudah menjadi ikon pertemanan dan interaksi antar pengguna jasa internet, blog seolah sudah menjadi kegiatan nomor kesekian yang dilupakan oleh peminat dunia maya.
“Blog itu ribet. Harus klik posting, update setiap waktu, terus tidak bisa ditulis dengan HP. Berbeda dengan Facebook dan Twitter, dengan HP dan di mana, kapan, dan dalam keadaan apapun bisa tetap menulis status dan dikomentari banyak orang.” Demikian pengakuan rekan blogger saya lainnya. Memang gaya hidup instan yang ditawarkan dunia modern membuat masyarakat tidak menyukai kegiatan yang memiliki tingkat kerumitan yang lebih besar, seperti blogging. Masyarakat lebih menyukai eksistensi diri dan pengakuan dari orang lain tentang apa yang sedang ia hadapi. Facebook dan Twitter ternyata lebih menjawab kebutuhan mereka dibandingkan blogging.
Melihat fenomena ini, tentu kita patut prihatin dengan kelangsungan blog di dunia maya. Akankah blog akan tamat riwayatnya karena kurang penggemar dan penggunanya? Saya rasa tidak. Blog tetap memiliki keunggulan yang tidak tergantikan dibandingkan situs jejaring sosial yang ada saat ini. Keunggulan-keunggulan blog dapat saya rangkum dalam FAKTA. Diharapkan blogger yang membaca postingan ini menyadari bahwa blog yang kita miliki ternyata memiliki pengaruh yang besar bagi kita dan orang-orang di sekitar kita.
F – Famous
Pernahkah seorang Raditya Dika berpikir bahwa ia akan menjadi penulis dan blogger yang dikenal banyak orang di Indonesia karena catatan ngawurnya di blog? Tentu tidak, bukan? Blog ternyata dapat menjadi sarana bagi kita untuk menjadi populer, baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Dika hanya menuliskan catatan pengalaman bodohnya selama belajar di Australia dengan gayanya yang kocak. Siapa sangka catatan yang ia buat akan menghantarkannya menjadi Raditya Dika yang kita kenal saat ini?
Kegiatan blogging akan membawa impact atau pengaruh yang besar bagi kita selama kita bisa mengoptimalisasikan blog yang kita miliki dengan sebaik mungkin. Kita bisa menuliskan konten positif yang bermanfaat bagi banyak orang. Tentu lewat tulisan yang kita buat, setidaknya kita sudah memberi citra diri positif bagi orang yang membaca tulisan kita. Blog juga bisa membuat kita menjadi master seketika ketika kita mengulas sebuah topik secara menarik dan mendalam. Hal ini bisa kita temukan dalam blog kedokteran dan kecantikan. Meskipun kita bukan pakar yang bergelut di bidang tersebut, blog bisa membuat citra tulisan kita melekat dalam image diri kita. Tak heran jika banyak orang yang terkenal lewat blog berkat konten positif yang mereka bagikan.
A – Aktualisasi Diri
Blog juga dapat menjadi media untuk mengaktualisasikan diri. Sama seperti media jejaring sosial, blog juga bisa menunjukkan eksistensi diri kita di dunia maya. Mungkin kita bertanya-tanya, apa perbedaan eksistensi yang kita bangun di media jejaring sosial dan blog? Apakah sama saja ataukah memiliki perbedaan yang signifikan?
Secara umum, blog memiliki keunggulan dalam mengaktualisasikan diri kita di dunia maya. Lewat blog, kita bisa memperkenalkan diri kita pada dunia dalam jangka waktu yang panjang. Meskipun kita tidak berinteraksi dengan orang-orang di dunia maya, ketika mereka tahu bahwa tulisan maupun konten yang kita miliki memiliki nilai edukasi yang baik, maka mereka akan berkunjung dan mengambil hikmah positif dari tulisan yang kita tuliskan di blog kita. Secara tidak langsung, kita sudah dikenal oleh orang-orang yang mencari tulisan kita.
Berbeda dengan media jejaring sosial. Kita akan dikenal ketika terus menerus aktif mengupdate status. Tentu eksistensi yang kita bangun itu sendiri dapat menjadi pedang bermata dua. Ketika kita menuliskan status positif, orang mungkin akan memberi kita penghargaan, itu pun hanya sebatas pada Like dan memberi Comment positif semata. Sebaliknya, ketika kita menuliskan status yang bersifat SARA dan menjatuhkan orang lain, citra kita pun bisa tercoreng dan pada akhirnya membawa dampak buruk bagi diri kita sendiri.
Tentu kita melihat bahwa blog merupakan media aktualisasi diri yang baik bagi kita dan orang-orang di sekitar kita atau bahkan orang-orang yang tidak mengenal kita sekalipun dalam mengambil hikmah dari tulisan yang kita post di blog kita.
K – Karakter
Sadar atau tidak sadar, blog ternyata juga dapat membentuk kepribadian kita. Lewat blog, kita sebenarnya diberi tanggung jawab untuk menjaga kredibilitas dan citra diri kita di dunia maya. Kita melihat bahwa blog adalah media yang mewadahi sebuah gagasan dalam bentuk karangan, bukan hanya sebuah kalimat. Tentu banyak ide, gagasan, dan pemikiran yang akan kita bagikan bagi orang-orang yang membaca tulisan kita.
Secara tidak langsung, kita menyadari bahwa kita harus memberikan konten positif dalam blog yang kita tulis. Kita tentu tidak akan menulis karangan secara asal-asalan karena proses blogging yang cukup rumit dan menyita waktu. Kita akan berpikir terus menerus apakah konten yang kita buat akan bermanfaat bagi orang yang membacanya. Blog akan membentuk kepribadian dan karakter kita menjadi lebih bertanggung jawab.
Tuntutan untuk terus mengupdate blog agar tidak tertinggal zaman juga akan menjadi “beban” bagi diri kita untuk bersikap rajin dan displin. Karakter displin pun akan terasah ketika kita memiliki sebuah dorongan untuk aktif mengisi blog kita dari hari ke hari. Kita juga akan menjadi lebih dewasa, intelek, dan kompeten karena kita sering mencari referensi untuk bahan tulisan kita di blog. Begitu banyak hal dan karakter yang terbentuk dengan adanya blog.
Berbeda dengan media jejaring sosial. Kepraktisan dan keinstanan memposting status membuat kita tidak berpikir panjang dan dewasa. Akibatnya, ketika kita terlanjur salah memposting status, kita bisa menjadi sasaran kemarahan masyarakat dunia maya. Kita pun akan dicap orang yang “ABC” dengan status yang kita tulis, walaupun hanya sekali saja. Bahkan kasus diskornya mahasiswa di salah satu perguruan tinggi ternama di Kota Bandung pun terjadi karena kata-kata ataupun status yang ia tulis menyinggung salah satu suku di Indonesia. Hal ini membuat blog jauh lebih menguntungkan dibandingkan media jejaring sosial karena dapat membentuk dan mengasah kepribadian kita.
T – Treasure
Blog juga bisa menjadi tambang harta karun bagi kita di dunia maya. Saat ini, kita melihat bahwa banyak toko dan bisnis online bermunculan di dunia maya. Kita bisa memanfaatkan media blog untuk menjajakan barang dagangan yang kita jual. Dengan memanfaatkan promosi di media jejaring sosial, kita bisa menata blog kita agar menarik perhatian konsumen. Kita bisa memetik keuntungan ataupun omzet yang besar dari blog yang kita bangun secara komersil.
Blog juga bisa menjadi sumber penghasilan kita di dunia maya. Kita bisa melihat kiprah Jonru sebagai penulis online yang dibayar dengan memposting tulisan di blog. Tentu hal ini menunjukkan bahwa blog bukan hanya sekadar media untuk mengekspresikan gagasan semata, tetapi juga mampu menunjang penghasilan kita. Berbeda dengan media jejaring sosial yang umumnya menghabiskan waktu kita tanpa memberi keuntungan berarti secara nyata dalam kehidupan kita di dunia nyata.
A – Abadi
Blog juga bisa membuat kita tetap abadi di dunia maya. Beberapa waktu yang lalu, saya memasukkan kata kunci untuk tulisan yang pernah saya buat di blog. Hasilnya, terdapat beberapa link yang menuju blog saya di mesin pencari. Padahal, postingan yang cari itu dibuat dua tahun yang lalu. Tentu kita dapat menyimpulkan bahwa blog mampu membuat kita tetap abadi, meskipun kita tidak aktif setiap waktu untuk ngeblog.
Berbeda dengan media jejaring sosial, kita mungkin bisa menuliskan status yang sangat inspiratif dan berbobot, namun ketika status itu sudah lewat beberapa jam, tidak akan pernah lagi akan ditemukan oleh seluruh pengguna dunia maya di manapun di mesin pencari. Status kita akan menguap layaknya air yang disinari cahaya pergantian waktu. Secepat dan seinstan itulah eksistensi yang kita peroleh lewat media jejaring sosial.
Blog juga akan membuat komentar, interaksi, dan argumentasi kita tetap terdokumentasi dengan rapi secara personal di dunia maya. Mungkin orang menilai postingan kita tidak berbobot saat ini, tapi bukan mustahil jika beberapa tahun mendatang blog kita dikunjungi sebagai bahan rujukan maupun referensi dari karya yang akan mereka buat. Hal ini menunjukkan bahwa blog akan membuat kita tetap “hidup” abadi dengan postingan yang pernah kita buat.
FAKTA yang dimiliki blog ini tentu seharusnya membukakan mata batin kita sebagai blogger, bahwa blogger itu nggak cuma ngeblog. Banyak keuntungan dan dampak positif yang kita miliki ketika kita bisa memberdayakan konten blog yang kita miliki untuk kebaikan banyak orang. Kita tidak hanya menjadi orang biasa yang berlalu lalang di media jejaring sosial dan kemudian dilupakan, tetapi orang yang kelak suatu saat nanti akan berpengaruh dengan postingan yang pernah kita buat.
Maka dari itu, mari kita giatkan kembali kegiatan blogging kita. Jangan sia-siakan blog yang kita miliki karena blog adalah kunci bagi kita untuk memberikan dampak bagi dunia layaknya garam dalam air! Rasanya kita pun tak perlu lagi ragu untuk mengatakan, “Blog, I’m coming back!”
Link Sponsor : http://denaihati.com/
“Guru A nyebelin banget. Masa aku disuruh push-up gara-gara gak bikin PR!”


Mei 19th, 2011 at 11:30
Makasih dah ikutan segera dicatet dan diserahkan ke juri
Juni 15th, 2011 at 23:56
Dan … blog semakin bertambah manfaatnya setelah memenangkan Blogger Return Contest. Selamat ya … ^_^
Juni 17th, 2011 at 20:36
Selamat, tulisan ini terpilih sebagai pemenang blogger return contest. Mari kita jadikan blog sebagai sarana untuk saling mengingatkan dan menguatkan melalui tulisan ( Insya Allah ) Sekali lagi, selamat!